Rabu, 17 Maret 2021

SariMu

 Nama : Meyga Alfina Inge Abdillah

Nim : 180321100066

Mata Kuliah : Rancangan Aplikasi Bisnis


Jahe, adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae. Kelompok saya memilih bisnis SariMu yaitu serbuk sari jahe karena jahe memiliki banyak manfaat apalagi waktu pandemi seperti sekarang. Berikut manfaat jahe bagi kesehatan :

1.Mengurangi Rasa Sakit Saat Menstruasi

Wanita kerap merasakan sakit perut pada saat menstruasi. Jadi bisa mengonsumsi jahe untuk membantu mengurangi rasa sakit tersebut.

2.Menyehatkan Sistem Pencernaan

Jahe juga memiliki manfaat untuk menjaga sistem pencernaan. Mengonsumsi jahe dapat mencegah perut kembung, sembelit, atau naiknya asam lambung. Jahe yang ditambahkan dalam makanan pun juga berfungsi untuk mencegah keracunan makanan akibat bakteri.

3.Meningkatkan Kesuburan Pria

Manfaat jahe juga dapat dirasakan oleh pria. Jahe dipercaya dapat meningkatkan jumlah hormon testosteron yang dapat meningkatkan kesuburan pria.

4.Menghilangkan Mual

Baunya yang khas dan kandungan yang dimilikinya dapat digunakan untuk menghilangkan rasa mual. Selain itu, mengonsumsi jahe juga bisa digunakan untuk mengatasi mabuk laut. Kamu bisa memanfaatkan jahe dengan cara merebus airnya atau mencampurnya ke dalam teh.

5.Melawan Infeksi

Jahe bisa diguunakan untuk membantu melawan virus penyebab infeksi. Hal ini disebabkan oleh senyawa aktif gingerol yang dimilikinya.

6.Menjaga Kesehatan Otak

Jahe memiliki manfaat yang dapat menjaga kesehatan otak. Dengan mengonsumsi jahe secara teratur dapat menghambat proses peradangan yang terjadi pada otak.

7.Mengurangi Peradangan

Jahe mampu mengurangi peradangan pada persendian. Kandungan antiinflamasi yang dimilikinya mampu mengurangi dampak rematik secara perlahan-lahan.


Jahe instant banyak dikenal oleh masyarakat, dan produk ini belum banyak tersedia di pasaran sehingga peluang usaha pembuatan jahe instant ini terbuka lebar. Pembuatan jahe instant ini merupakan alternatif usaha yang menguntungkan karena cara pembuatannya sederhana, biaya tidak mahal, dan penampilan produk cukup menarik. 



Jumat, 22 Januari 2021

UAS MANAJEMEN PEMASARAN

 Segmenting

Secara Psikografis konsumen memiliki karakteristik yang aktif, modern dan mapan pada pembelian beras merah organik . Perilaku konsumen terhadap tingkat konsumsi cukup sering, kesiapan terhadap pembelian produk cukup tinggi dan sikap terhadap manfaat produk adalah positif.

Targeting

Dilihat harga dari beras merah lebih mahal dibandingkan beras putih pada umumnya maka untuk menentukan target pada beras merah ini sangat kecil. Banyak konsumen yang mencari beras merah ditoko toko swalayan kecil yang jarang memperjual belikan produk beras merah tersebut.


Media Promosi



Positioning

Pada beras merah kami kualitasnya lebih bersih, tidak ada kulit arinya, lebih merah atau beras hitam, hampir tidak ada biji beras yang rusak, bentuk biji berasnya sama satu dengan yang lain,Keunggulan yang dimiliki oleh produk beras merah organik adalah dari aspek kesehatan.


Bauran Pemasaran

Produk

Beras Merah merupakan beras yang dihasilkan dari padi beras merah yang memiliki banyak keunggulan di antaranya kandungan gizi yang tinggi dan memiliki harga jual yang tinggi dibanding beras putih (Asmarani, 2017) dan dikelompokkan ke kelas mutu beras khusus karena termasuk beras kesehatan. kualitas dari segi warna bersih bebas dari kutu atau kotoran lainnya, rasa nasi yang dihasilkan dari beras tersebut pulen dan enak, aroma beras terbebas dari bau apek, bentuk bulir berisi dan tidak pecah-pecah, serta fungsi dari mengkonsumsi beras khusus untuk memperhatikan kesehatan. 

Price

Melihat yang mengkonsumsi beras merah adalah masyarakat kalangan atas dan penduli akan kesehatan tubuh nya beras merah dijual dengan harga relatif tinggi, di pasar tradisional berkisar Rp3.000-Rp5.000/liter dan di toko swalayan dapat mencapai Rp6.900/kg. 1kg dari beras merah mencapai Rp. 60.000.

Place

Tempat untuk penjualan produk beras merah ini lokasi erat kaitannya dengan dekatnya pada pusat keramaian, aman, tersedia parkir yang memadai, dan dapat dijangkau dengan mudah dengan biaya transportasi yang murah, dan dekat dengan rumah konsumen akan lebih disukai oleh konsumen. 

Promosi

Promosi yang dilakukan melalui media social, mendatangi perusahaan penjual beras merah organik yang tidak mampu memproduksi beras merah sendiri , dan didistribusikan ke luar.

Analisis Daya Saing Beras Merah Organik

Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor beras di wilayah Asia Tenggara. Dengan Konsumsi beras per kapita sekira lebih dari 90% penduduk Indonesia sebesar 130 kg per tahun. Namun Indonesia lebih banyak mengimpor beras putih dikarenakan banyak masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras putuh sebagai makanan pokok. 




Jumat, 25 Desember 2020

Bauran Pemasaran

 BAURAN PEMASARAN

A.        Definisi Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


Bauran pemasaran (marketing mix) adalah perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan, dipadukan oleh firm untuk menghasilkan respon yang diinginkan pasar sasaran. Marketing mix adalah semua faktor yang dapat dikuasai oleh seseorang manajer pemasaran dalam rangka mempengaruhi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa, yaitu product, place, price dan promotion.


B.        Arti Produk dan Macam-Macam Produk


1.   Organisasi Konsumsi (Consumer’s Goods), yaitu barang yang digunakan secara langsung oleh konsumen dan tidak dijual kembali.


-      Convenience Goods : Barang yang dapat dibeli/dikonsumsi tanpa mengeluarkan daya upaya yang sulit karena terdapat di sekeliling kosnumen, seperti gula, beras, rental komputer, cuci sepeda motor, dsb.


-      Shopping Goods : Barang yang dalam mendapatkannya diperlukan penelitian atau perbandingan dari satu toko ke toko yang lain berupa kualitas, jenis, desain dan harga, misalnya fashion goods, service goods, bulk goods dan speciality goods.


2.   Barang Produsen (Industrial Goods), yaitu barang yang dibeli untuk diperdagangkan atau diproses lebih lanjut.


-      Raw Materials (Bahan Mentah) : Besi, baja, kapas, kayu.


-      Fabricating Materials (Bahan Kebutuhan Pabrik) : Tekstil.


-      Operating Supplies (Bahan Kebutuhan Operasi) : Bensin, solar, oli.


-      Instalasi (Peralatan Vital) : Mesin penggiling tebu pada pabrik gula, mesin tenun pada pabrik tekstil, dsb.


-      Accesory Equipment (Peralatan Tambahan) : Trailer, alat pengangkut barang, tenaga kerja kontrak, pengacara firm, dsb.


C.        Strategi Pemasaran Produk


1.   Product ine (Lini Produk) : Yaitu kelompok produk yang berhubungan dengan erat karena fungsinya serupa dan dijual kepada kelompok pelanggan yang sama dipasarkan lewat jenis toko yang sama atau masuk dalam kisaran harga yang sudah ada berdasar pada alasan-alasan tertentu agar suatu produk dapat menjangkau seluruh segmen konsumen.


2.   Product Development : Yaitu suatu usaha maupun ide yang muncul dari konsumen, distributor, industrial buyer, investor maupun pabrikan yang direncanakan dilakukan dengan sadar untuk memperbaiki produk yang ada atau untuk menambah banyaknya ragam produk yang dihasilkan dan dipasarkan. Bentuk-bentuk product development seperti initial product, product improvement dan new uses and applications.


3.   Product Difersivication : Yaitu suatu perluasan pemilihan barang dan jasa yang dijualnya oleh perusahaan dengan jalan menambah produk baru ataupun memperbaiki tipe, warna, mode, ukuran, jenis dari produk yang sudah ada dalam rangka memperoleh laba maksimal.


4.   Product Life Cycle (PLC): Yaitu daur hidup produk melalui grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar.


D.        Macam-Macam Jasa


1.   Perzonalized Services


Yaitu jasa yang mengutamakan pelayanan seseorang atau perlengkapannya. Contoh penyedia jasa yang termasuk dalam personalized services adalah salon kecantikan, fotografi, ataupun laundry. Maka, penyedia jasa wajib selalu memperhatikan fasilitas yang disediakan, suasana yang menarik, lokasi yang strategis, dan nama baik penyedia jasa.


Hal tersebut wajib dipenuhi agar penyedia jasa mendapatkan konsumen yang loyal. Misalnya, jika membuka salon kecantikan, perlu menjaga kebersihan salon, mendidik setiap kapster sehingga bisa bekerja profesional. Kemudian, hadirkan juga pelayanan terbaik untuk memuaskan konsumen.


2.   Financial Services


Penyedia jasa yang termasuk dalam financial services, adalah bank, asuransi, lembaga penanaman modal, utilitas, dan layanan transportasi publik. Maksud dari utilitas publik adalah seperti perusahaan air minum, perusahaan gas, dan perusahaan listrik. Konsumennya pun beragam, mulai dari konsumen lokal, perdagangan dan perkantoran, serta pemerintah daerah setempat.


3.   Entertainment


Jenis penyedia jasa yang termasuk dalam kelompok entertainment adalah bioskop, olahraga, gedung-gedung pertunjukkan, ataupun usaha yang berhubungan dengan hiburan lainnya, Cara marketing atau pemasaran yang digunakan adalah dengan sistem penyaluran karcis secara langsung pada konsumen. Sistem penyaluran karcis tersebut dapat dijual langsung di loket-loket maupun secara online.


4.   Hotel Services


Jenis marketing jasa lainnya yaitu hotel, yang menggunakan seluruh atau sebagian bangunannya untuk menyediakan jasa penginapan, makanan, dan minuman serta jasa pelengkap lainnya. Hotel dikelola secara komersial dan merupakan salah satu sarana dalam bidang kepariwisataan. Untuk itu, hotel perlu mengadakan beragam kerja sama seperti travel biro, tempat rekreasi, dan lain sebagainya.


E.        Strategi Pemasaran Jasa


1.   Mengatasi masalah akibat karakteristik yang tidak berwujud :


-      Menekankan petunjuk-petunjuk yang tampak seperti tempat, sumber daya manusia, peralatan, bahan-bahan komunikasi, simbol perusahaan dan harga.


-      Menggunakan sumber daya manusia lebih banyak dari pada sumber daya manusia untuk pemasaran produk.


-      Menstimulasikan atau mendorong komunikasi dari mulut ke mulut (voucher, cindera mata) kepada pelanggan yang dapat menarik pelanggan baru bagi perusahaan.


-      Menciptakan citra organisasi yang kuat.


-      Memandaatkan akuntansi biaya dan manajemen biaya dalam penetapan harga, sehingga harga dapat ditetapkan sebaik mungkin.


-      Melakukan komunikasi purna beli.


2.   Mengatasi masalah akibat karakteristik yang tidak terpisahkan :


-      Melakukan seleksi dan pelatihan secara cermat terhadap public contact personel.


-      Menggunakan berbagai macam lokasi kasa.


3.   Mengatasi masalah akibat karakteristik yang bervariasi :


-      Menambah dan memandaatkan peralatan canggih, serta melakukan standarisasi produksi.


-      Melakukan service customization, artinya meningkatkan intensitas interaksi antara perusahaan dengan pelanggan.


4.   Mengatasi masalah akibat karakteristik yang tidak tahan lama :


-      Melalui manajemen permintaan yaitu pendekatan untuk mengatasi permintaan yang berfluktuasi, misalnya dengan tidak melakukan apapun atau membiarkan frekuensi dan volume permintaan apa adanya, mengurangi permintaan pada periode permintaan puncak, meningkatkan permintaan pada periode saat sepi, menyimpan permintaan dengan sistem reservasi dan janji, menerapkan sistem antrian serta mengembangkan jasa lain atau pelayanan komplementer.


-      Melalui manajemen penawaran yaitu penyesuaian permintaan dan kapasitas scara simultan sehingga tercapai kesesuaian antara keduanya, misalnya menggunakan karyawan paruh waktu pada periode sibuk, menyewa atau berbagi fasilitas dan peralatan tambahan dengan perusahaan lain, karyawan hanya melaksanakan tugas pokok pada saat sibuk dan melaksanakan aktifitas tertunda pada saat permintaan sepi, meningkatkan partisipasi para pelanggan, melakukan pelatihan silang kepada karyawan supaya karyawan memiliki ketrampilan di bidang lain dan dapat saling membantu bila permintaan ramai.


Sumber :


Shinta, Agustina. 2011. Manajemen Pemasaran. Malang : UB Press.

Kamis, 17 Desember 2020

Bauran Produk

 A. Pengertian Produk

Secara umum definisi Produk adalah hasil jadi dari sebuah proses yang dilakukan oleh pembuat atau produsen yang kemudian akan didistribusikan kepada pembeli atau konsumen sesuai yang dibutuhkannya.

B. Jenis-jenis Produk

Produk terdiri dari dua jenis yakni produk konsumsi dan produk industri

1. Produk Konsumsi

Produk Konsumsi diartikan sebagai produk yang diproduksi oleh produsen kemudian disalurkan langsung kepada konsumen untuk dikonsumsi. 

2. Produk Industri

Produk Industri adalah produk yang diproduksi oleh produsen kemudian dibeli oleh konsumen dengan tujuan akan dijual kembali dan juga dipergunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi yang akan menghasilkan produk baru yang mempunyai kemanfaatan yang lebih.


C. Strategi pemasaran produk :


1. Kenali pasar atau pelanggan

Mengenali pasar adalah hal yang sangat penting untuk kamu lakukan pertama kali. Karena pasarlah yang akan memakai produk kamu.

2. Memilih lokasi pemasaran yang tepat

Lokasi pemasaran juga menjadi hal penting dalam berbisnis karena dalam berbisnis seseorang pasti memerlukan lokasi yang strategis untuk memasarkan produknya.

3. Manfaatkan media sosial

Di zaman yang serba canggih ini hampir semua orang sudah mempunyai media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Kita bisa memasarkan produk lewat pemasangan iklan di beberapa media sosial tersebut. 

4. Menawarkan promo yang menarik

Dengan adanya promo, seseorang yang awalnya tidak tertarik kemungkinan bisa tertarik dengan produk dan dari yang awalnya hanya mencoba-coba bisa menjadi pelanggan tetap dalam bisnis yang dijalani.

5. Mengikuti tren atau perkembangan zaman

Suatu produk akan dikatakan menjadi tren, jika menjadi pusat perhatian, pusat pembicaraan serta digunakan oleh mayoritas orang dalam masyarakat.


Pengertian Jasa Adalah

Menurut Christian Gronross, pengertian jasa adalah suatu proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan atau sumber daya fisik atau barang dan atau sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan.


Jenis-Jenis Jasa

Pada dasarnya ada banyak sekali bentuk jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, secara garis besar jenis-jenis jasa dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:


1. Jasa Perawatan Pribadi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; pijat, perawatan kecantikan, salon, binatu pakaian, dan lain-lain.

2. Jasa Perumahan, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; kamar hotel, apartment, rumah tinggal, kost, dan lainnya.

3. Jasa Komunikasi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; telepon, telegram, komputer, internet.

4. Jasa Usaha Rumah Tangga, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; jasa tukang kebun, air minum, perbaikan rumah, dan lain-lain.

5. Jasa Transportasi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; taxi, jasa pengiriman barang, jasa angkut barang, penyewaan mobil.

6. Jasa Rekreasi dan Hiburan, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini antara lain; kebun binatang, taman bunga, tempat wisata, tempat hiburan, dan lain-lain.

7. Jasa Bisnis dan Profesi lainnya, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; jasa hukum, jasa akuntan, jasa pemasaran, dan lainnya.

8. Jasa Asuransi, Bank dan Finansial, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; perpajakan, asuransi, perbankan, kredit.

Kamis, 09 April 2020

CANDI PARI SIDOARJO

CANDI PARI SIDOARJO

Wilayah Sidoarjo memiliki peranan yang cukup penting pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya situs cagar budaya yang tersebar dalam beberapa wilayah di Sidoarjo. Salah satu situs yang masih bisa kita jumpai hingga saat ini adalah Candi Pari.
Candi Pari adalah sebuah candi yang terletak sekitar 2 km ke arah barat laut dari pusat Lumpur Lapindo dan 8 km dari alun alun kota Sidoarjo. Candi ini terletak di Desa Candi Pari, kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Candi ini merupakan candi dengan bangunan persegi dari batu bata, yang menghadap ke barat dengan ambang batas dan gerbang dibuat oleh batu alam andesit. Dulunya, di atas gerbang candi terdapat batu dengan angka tahun 1293 Saka atau 1371 Masehi. Candi Pari adalah candi peninggalan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk di tahun 1350-1389. Candi ini dibangun sekitar tahun 1371. Menurut sejarahnya, candi ini dibangun untuk menghormati hilangnya Joko Pandelegan. Dengan melihat rupa candi, bisa didapati gambaran tentang bagaimana kompleksitas masalah ekonomi, aspek politik, budaya, dan sosial pada waktu itu.
Candi Pari memiliki latar belakang agama Hindu. Hal ini tercermin pada relief Candi Pari Sankhadi, yang merupakan atribut dalam agama Hindu. Bukti lainnya ialah di dalam candi ini ditemukan 2 arca Siwa Mahadewa, 2 arca Agastya, 7 arca Ganesa dan 3 arca Buddha yang semuanya disimpan di Museum Nasional, Jakarta.
Gaya arsitektur candi Pari dipengaruhi oleh budaya Campa (Sekarang Vietnam). Pengaruh ini terlihat pada bangunan dan ornamennya, namun Candi Pari masih menunjukkan karakter Indonesia. Candi Pari dibangun menghadap ke barat dengan panjang 13,55 m, lebar 13,40 m, tinggi 13,80 m, dan terbuat dari batu bata, sementara ruang atas dan bawah dari pintu masuk candi menggunakan agregat. Arsitektur Candi Pari terdiri dari kaki candi, badan candi, bilik candi dan atap candi. Secara keseluruhan dibuat dari batu bata hanya ada beberapa bagian yang dibuat dari batu andesit. Kaki candi terdiri dari dua bagian, bagian pertama berdenah empat bujur sangkar. Mempunyai 2 pintu masuk ke dalam bilik, dengan arah utara selatan dan selatan utara, hal seperti ini tidak pernah ditemukan dalam arsitektur percandian Jawa Timur. Kaki candi kedua berdenah bujur sangkar dengan ukuran panjang 10 m dan lebar 10 m dengan tinggi 1,95 m. Pada salah satu sisinya terdapat tangga naik menuju ke bilik, tangga ini sudah hasil renovasi yang dilakukan oleh BP3 Jawa Timur. Badan candi berbentuk bujur sangkar sedangkan pintu masuk candi berbentuk segi empat.
Bilik candi, merupakan tatanan baru hasil pemugaran BP3, dengan menggunakan batu lama susunan lantai asli masih tampak di sudut barat daya dan sudut barat laut. Ukuran bilik 6 x 6 m. Atap candi, sebagian telah runtuh, dengan ukuran panjang 7,80 m dan lebar 7,80 m serta tinggi 4,05 m. Hiasan yang masih tampak pada dinding atap berupa hiasan menara-menara pajal walaupun sudah tidak lengkap lagi dan antefik yang sudah aus.
Dalam arsitektur, Candi Pari memiliki perbedaan dengan candi-candi lain di Jawa Timur. Perbedaan ini muncul dalam bentuk fisik Candi Pari yang sebagian besar dilembungkan dan tampak kokoh seperti candi di Jawa Tengah. Sedangkan candi di Jawa Timur, sebagian besar dalam bentuk ramping. Selain itu, perbedaan muncul dalam bentuk kaki, tubuh dan ornamen candi.

Rabu, 25 Maret 2020

Aliran Pemasok Perternakan

Aliran Penjualan

Aliran penjualan pada ternak bibit ini berbeda saat penjualan pedet dan bakalan. Jalur penjualan pada bibit ialah dilakukan pada pasar hewan. Untuk penjualan bibit ini dapat dilakukan oleh penjual dan pembeli maupun antara penjual dan pembeli namun dengan perantara blantik. Jalur pada pedagang tetap melibatkan beberapa pihak diantaranya penjual, blantik, pembeli, kemudian supir dan kernet truk, yang bertugas untuk membawa ternak dari lokasi ternak digemukannya ternak hingga kerumah sang pembeli. Jalur pengangkutan ternak mulai dari pasar hewan kemudian diangkut menggunakan truk yang biasanya disediakan oleh sang penjual, kemudian diantar kejagal atau rumah potong hewan (RPH).

Aliran Keuangan Pada Rantai Pasokan Ternak Sapi

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pedagang melakukan pembelian ternak dengan harga Rp. 8000.000 – Rp. 9000.000 untuk pedet jantan, Rp. 6000.000 – Rp. 8000.000 untuk pedet betina, sapi bakalan didapatkan dengan harga berkisar Rp. 12.000.000 – Rp. 13.000.000 dan Rp. 16.000.000 – Rp. 19.000.000 untuk sapi dewasa yang sudah siap untuk dipotong. Terdapat perbedaan harga jual pedet pada kelompok ternak Sariwidodo, Ngadimulyo dan Majalengka yang menjual pedet dengan harga Rp.7.000.00 – Rp. 8.000.000 untuk betina dan Rp. 9000.000 – Rp. 10.000.000 untuk pedet jantan.Keuntungan yang didapatkan oleh peternak setelah proses penjualan berkisar antara Rp.500.000 – Rp. 800.00 untuk pedet, Rp. 500.000 – Rp. 1.500.000 untuk sapi bakalan dan Rp.1.500.000 – Rp. 2.000.000 untuk sapi dewasa siap untuk potong. Terdapat perbedaan dalam proses penjualan untuk sapi potong dengan bobot badan yang lebih besar yaitu dengan dilakukan penimbangan yang didapatkan harga Rp. 47.000 – Rp. 49.000/kg keuntungan yang didapatkan dari sapi jenis ini berkisar Rp. 2000.000 – Rp. 2.500.000Hastuti (2008) menyatakan bahwa margin pemasaran adalah perbedaan harga ditingkat konsumen yaitu harga yang terjadi karena perpotongan kurva permintaan primer (primary demand curve) dengan kurva penawaran turunan (derived supply curve) dengan harga ditingkat produsen yaitu harga yang terjadi karena perpotongan kurva penawaran primer (primary supply) dengan permintaan turunan (derived demand).

Aliran Informasi Pada Rantai Pasokan Ternak Sapi

Informasi yang mengalir berkaitan dengan stok sapi hidup, jumlah permintaan, harga sapi hidup, harga ternak sapi maupun informasi terkait kebijakan dan peraturan dalam tata niaga ternak sapi Aliran informasi yang ada mengalir secara vertikal dan horizontal. Pada aliran vertikal terdapat koordinasi pada mata rantai yang berbeda yaitu antara peternak, pedagang sapi, dan konsumen. Pada aliran horizontal terjadi koordinasi pada sesama anggota mata rantai. Contoh dari koordinasi horizontal yaitu adanya koordinasi antar pedagang sapi terkait stok sapi

Perbedaan Antara Rantai Pemasok Ternak Sapi

Rantai pasokan yang digunakan pada pedagang tetap dan pedangan musiman hampir sama, namun pada saat transaksi ternak, khusus untuk bibit dibawa pada rumah potong hewan terlebih dahulu sebelum sampai ketangan konsumen. Dikarenakan tujuan konsumen saat pembelian ternak khususnya bibit untuk tujuan diambil dagingnya, dan bukan untuk dipelihara kembali. Pada kelompok ternak Sariwidodo, Ngadimulyo dengan kelompok ternak Majalengka yang dimana pada kelompok ternak Sariwidodo dan Ngadimulyo terdapat anggota kelompok yang menjadi pedagang ternak musiman sedangkan di kelompok Majalengka anggota kelompoknya tidak ada yang menjadi pedagang musiman.



Implikasi Analisis Saluran Distribusi Rantai Pasokan

Bisnis pada bidang peternakan ini juga adalah suatu sistem bisnis yang di dalamnya memilikrantai pasok. Di dalam rantai pasok ada berbagai jasa perantara yang memasarkan produk yang di hasilkan dalam usaha pada peternakan ayam ini. Perantara-perantara yang ada di sebut Pedagang, yang meliputi pedagang kecil/pengecer (retailer) dan pedagang besar, kemudian ada juga perantara khusus yang meliputi: agen, makelar dan komisioner, selanjutnya juga ada eksportir, dan importer dan lembaga lainnya (Swastha, Dharmesta dan Irawan, 2012:133).

Proses rantai pasokan yang terjadi pada ayam pedaging di Peternakan Waruga Desa Lolah Kecamatan Tombariri Timur, meliputi 5 pihak yakni Peternakan – Agen – Pengusaha Daging Ayam Potong – Pasar Swalayan/ Rumah Makan – Konsumen. Permasalahan yang terjadi dalam rantai pasok pada peternakan Waruga Desa Lolah Kecamata Tombariri Timur Kabupaten Minahasa yakni mengenai pasokan bahan baku yang sering terlambat serta dalam proses ternak, jumlah bibit ayam yang di ternak tidak sesuai dengan hasil produksi ayam pedaging, karena adanya kecacatan dalam produksi ayam, masih adanya ayam yang cacat dan mati sehingga mengurangi hasil produksi.

Saluran Rantai Pasok

Keterpaduan hubungan antar bagian dalam manajemen rantai pasok produk berperan terhadap nilai pengangkutan barang, hubungan yang tidak berjalan dengan baik akan mengganggu keefektifan keseluruhan rantai pasok (Janvier 2012). Hasil kajian (Hadi 2012) tentang manajemen rantai pasok ternak dan daging sapi di Nusa Tenggara Timur diperoleh beberapa temuan bahwa penanganan terhadap komoditas ternak sapi sepanjang rantai pasok belum sesuai dengan kaidah-kaidah kesejahteraan hewan. Penerapan manajemen rantai pasok menuntut pelaku usaha industri peternakan sapi untuk dapat memenuhi kepuasan pelanggan, mengembangkan produk tepat waktu, biaya pengadaan dan penyerahan produk yang rendah, dan pengelolaam industri secara cermat dan fleksibel. Tipe struktur pengelolaan rantai pasok ternak dan daging sapi masih masuk golongan interaksi antara pembeli dan penjual menciptakan ketergantungan yang saling menguntungkan, dan memiliki aset spesifik bertingkat tinggi dimana pengelolaan dilakukan dengan menjaga reputasi, ikatan keluarga/etnik. Pola ini terjadi pada hubungan antara feedlotterdengan pejagal dan dapat juga terjadi antar dua pelaku yaitu pejagal dengan pedagang grosir dan pengecer di pasar.

Daftar Pustaka :

Rumimpunu, V.S., I.D. Palandeng, dan J.J. Pondang. 2018. Analisis Rantai Pasok Ayam Pedaging Pada Peternakan Waruga Desa Lolah Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa. Jurnal EMBA. Vol. 6 (3): hal. 1688-1697.
Saptana, N. Ilham. 2017. Manajemen Rantai Pasok Komoditas Ternak dan Daging Sapi. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. Vol. 15 (1): hal. 83-98.
Firmansyah, E.S., N.A. Setianto, dan N.N. Hidayat. 2019. Analisis Rantai Pasokan (Supply Chain) Ternak Sapi potong di Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Journal of Livestock and Animal Production. Vol. 2 (1): hal. 64-73.

Rabu, 11 Maret 2020

Manajemen produksi dan operasi agribisnis

Studi Kasus : MANAJEMEN BISNIS DAN PENGEMBANGAN FUNGSI PRODUKSI/OPERASI
BISNIS PAKAN TERNAK UNGGAS PADA PT. XYZ UNIT GEDANGAN
DI SIDOARJO



Fungsi manajemen terdiri dari planning (meliputi tujuan
organisasi, mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan
itu, menentukan sumber daya yang dibutuhkan, menetapkan
standar yang pasti), organizing (membuat orang tertarik
terhadap organisasi, menspesifikkan tanggung jawab per
pekerjaan, mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan ke dalam
unit kerja, mengalokasikan sumber daya, dan menciptakan
kondisi sehingga orang-orang dan juga sumber daya lainnya
dapat bekerja bersama untuk mencapai kesuksesan maksimal),
leading (menstimulasi orang-orang agar melakukan hal-hal
dengan baik), dan controlling (melakukan monitoring kinerja
dan mengimplementasikan perubahan yang diperlukan).
meskipun tidak ada HoU ataupun kepala departemen di
tempat.Hal ini dikarenakan sistem informasi manajemen
hanya perlu diprogram ataupun diperbaharui sekali tempo saja.
Sistem informasi manajemen akan diperbaharui jika ada
arahan dari pusat. Tugas departemen IT yang ada di PT. XYZ
unit Gedangan adalah untuk menjaga sistem saja. Kekuatan
pada fungsi ini dibuktikan dengan status data pada sistem
informasi cukup ter-update, kemudahan penggunaan sistem
informasi, tidak pernah terjadi kebobolan sistem. Tidak ada
kelemahan yang berarti di departemen ini. Peran manajemen dalam mendukung strategi yang
ditetapkan perlu dilakukan agar dalam waktu dekat dapat
mengimbangi permintaan sales. Implikasi manajerial yang
muncul antara lain:
a. Melakukan penggantian mesin secara bertahap, minimal
hingga mampu menyeimbangkan dengan permintaan sales
pada kondisi normal, minimal hingga sebesar 29,7ton/jam
atau 682,6 ton/hari. Konsekuensi apabila saran ini dijalankan
adalah penggantian mesin ini memang akan menghabiskan
banyak biaya, namun dapat meningkatkan efisiensi dengan
sangat signifikan dan cepat; karyawan yang ada di perusahaan
mungkin saja rentan terhadap perubahan dan ini akan
membuat semangat kerja karyawan turun; besar kemungkinan
terjadi banyak kesalahan proses pada awal penggantian dan akan membuang waktu untuk melakukan reproduksi; mesin
baru mungkin saja lebih mudah rusak karena mesin bekerja
dengan lebih keras karena bekerja dengan lebih cepat; ada
kemungkinan terjadi kecelakaan kerja yang berakibat fatal
karena ada penggantian mesin dan pasti akan ada perubahan
akan cara kerja; ada kemungkinan staff QC mengalami
kewalahan dalam melakukan pengecekan kualitas karena
barang yang dicek semakin banyak jumlahnya. Konsekuensi
apabila saran ini tidak dijalankan adalah perusahaan kesulitan
dalam menangani masalah lonjakan permintaan; resiko lost
sales meningkat dan kepercayaan konsumen terhadap
perusahaan menurun karena perusahaan tidak mampu untuk
menyediakan pakan pada saat dibutuhkan, serta reputasi
perusahaan menurun.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah manajemen bisnis
pakan ternak unggas pada PT. XYZ unit Gedangan
sebenarnya sudah terorganisir menurut fungsi-fungsi
manajemen dan bisnis yang benar dan memiliki kapabilitas
yang besar untuk mengembangkan usahanya. Belum
dikembangkannya kapasitas produksi yang mampu
mengimbangi lonjakan permintaan lebih disebabkan karena
kurang responsifnya pengelola terhadap masalah ini. Selain
itu, peran kepala departemen procurement yang masih terlalu
dominan dalam pembelian bahan baku, menunjukkan kurang
sehatnya dalam sistem manajemen pengadaan. Kekuatan yang
dimiliki adalah kualitas produk dan layanan yang baik,